Menyapa Alur Kerja di Gantarang: Cara Bulukumba Dekatkan Pelayanan Publik hingga ke Gerbang Pabrik

Avatar photo
Foto: Tim Diskop UKM Naker Bulukumba saat melakukan pembinaan ketenagakarjaan jemput bola dalam ajang Jambore Pelayanan Publik di Kecamatan Gantarang/Penatimes/

“Di bawah naungan langit Gantarang, ikhtiar pelayanan publik menjelma ketukan ramah yang menyapa peluh para pekerja di ruang kerja.”

PENATIMES, BULUKUMBA — Deru mesin pabrik dan deret kesibukan presisi kerap menjadi tembok tebal yang memisahkan buruh dari hak-hak administratifnya. Memahami keterbatasan sang penjaga roda ekonomi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulukumba memilih untuk tidak berdiam diri di balik meja birokrasi.

Melalui naungan ajang Jambore Pelayanan Publik yang dipusatkan di Lapangan H. Andi Abd Jabbar, Desa Bontomacinna, Kecamatan Gantarang, ritme pelayanan diubah secara mendasar: bukan masyarakat yang melangkah lelah mencari negara, melainkan negara yang hadir mengetuk pintu-pintu tempat mereka berpeluh.

Menyapa Peluh di Ruang Kerja

Pada Rabu (21/10/2026), Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM Naker) Bulukumba melancarkan Inovasi Pelayanan Jemput Bola. Langkah ini menyasar langsung denyut aktivitas produksi di PT Tirta Kencana Tata Warna—distributor cat Avian—serta PT Kawipusaka Raharja yang bergerak di lini fast-moving consumer goods (FMCG).

Baca Juga:  Permudah Layanan Informasi, Pemkab Bulukumba Rilis Saluran di WhatsApp

"Pekerja yang terikat dengan jadwal presisi perusahaan kerap kehabisan waktu untuk sekadar mendatangi stan pelayanan. Kami meretas jarak itu."tutur A. Mini Pangki, Kepala Bidang Tenaga Kerja Diskop UKM Naker Bulukumba.

Pendekatan ini menjangkau hal-hal krusial dalam hubungan industrial:

  • Pemenuhan dan kepastian syarat-syarat kerja serta sistem pengupahan yang adil.

  • Pengaturan waktu kerja dan waktu istirahat yang humanis.

  • Penyediaan fasilitas kesejahteraan hingga jaminan mekanisme penyelesaian perselisihan secara bermartabat.

Baca Juga:  Pemkab Bulukumba Gelar Jambore Pelayanan Publik di 9 Kecamatan

Langkah yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Tenaga Kerja, A. Mini Pangki, bersama Mediator Hubungan Industrial Gafur serta staf pelaksana Fajri dan Wahyu ini, merupakan manifestasi konkret dari visi kepemimpinan Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf dan Wakil Bupati Andi Edy Manaf dalam merajut birokrasi yang adil dan adaptif.

Jembatan Harapan Bagi Pencari Kerja dan Pekerja Migran

Di sisi lain Lapangan Bontomacinna, riuh ajang jambore yang berlangsung hingga Kamis (22/10/2026) turut menjelma jembatan harapan bagi para pencari kerja lokal. Stan Diskop UKM Naker diserbu warga yang membutuhkan pengurusan Kartu Tanda Pencari Kerja (AK-1/Kartu Kuning) hingga penerbitan surat rekomendasi bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Baca Juga:  Tak Perlu ke Kota, Warga Kindang Akses Adminduk Hingga BPJS di Lapangan Borong Rappoa

Kemudahan ini memangkas birokrasi panjang yang selama ini menyita energi dan biaya warga pelosok kecamatan.

Ilyas, perwakilan perusahaan penyedia jasa penempatan pekerja migran Indonesia, membagikan kesannya atas efisiensi layanan ini.

“Beberapa calon pekerja migran kami adalah warga asli Gantarang. Kehadiran layanan langsung di tingkat kecamatan ini memangkas jarak secara dramatis; kami tidak perlu lagi memboyong mereka ke kantor dinas pusat hanya untuk proses wawancara dan asesmen,” tutur Ilyas dengan nada lega.

Melalui integrasi pelayanan di balik meja stan dan aksi nyata di lorong-lorong pabrik, Pemkab Bulukumba membuktikan bahwa pelayanan publik bukan sekadar prosedur kaku, melainkan seni menghadirkan keberadaan negara di saat dan tempat yang paling dibutuhkan oleh rakyatnya.*