PENATIMES, SEMARANG — Dua putri pengasuh Pondok Pesantren Al-Furqon Sedan Rembang meraih posisi puncak dalam cabang tafsir pada pengumuman pemenang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke-31 di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu (19/9/2026). Zumrotul Lutfiyyah menyabet Juara I cabang Tafsir Bahasa Inggris Putri, sementara saudarinya, Durrotul Muqoffa, menyabet Juara II cabang Tafsir Bahasa Indonesia Putri.
Capaian dua bersaudara ini menyumbang poin penting bagi Kafilah Jawa Tengah, bersandingan dengan capaian Mahsunatul Afidah asal Rembang yang mengamankan gelar Juara Harapan III cabang Tilawah Remaja Putri. Penetapan pemenang dibacakan secara resmi oleh Ketua Dewan Hakim MTQN ke-31 H. E. Syilibi Syarjaya saat upacara penutupan.
Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) menerapkan skema karantina dan pembinaan kombinasi (hybrid) selama satu bulan menjelang pelaksanaan MTQN ke-31 guna mengasah ketajaman hafalan 30 juz dan analisis kitab tafsir para peserta.
Metodologi Belajar Mandiri dan Karantina LPTQ
Perjalanan Zumrotul Lutfiyyah menduduki peringkat pertama diuji melalui penguasaan hafalan al-Qur’an sekaligus penerjemahan naratif kitab-kitab tafsir utama ke dalam bahasa Inggris tanpa latar belakang pendidikan formal bahasa asing.
Ia mengungguli Aqmarina Asarah asal Provinsi Aceh (Juara II) dan Dhiyyan Rifiya asal Kalimantan Timur (Juara III).
“Bagi saya Bahasa Inggris cukup menantang. Padahal saya bukan kuliah di jurusan Bahasa Inggris. Saya belajar mandiri, membeli dan mempelajari grammar sendiri, dan terus menambah kosakata setiap hari,” ujar Lutfiyyah.
Proses persiapan telah dimulai sejak Maret 2026, yang mencakup perangkuman teks klasik, pengulangan hafalan harian (murojaah), serta pembinaan rutin oleh LPTQ Jawa Tengah.
Sementara itu, Durrotul Muqoffa yang menempati posisi kedua pada cabang Tafsir Bahasa Indonesia Putri—di bawah Mauliza Juliantika asal Aceh dan di atas Khansa Ilmiya asal Kalimantan Timur—menyatakan kesiapannya untuk kembali bertanding pada edisi MTQ Nasional ke-32 mendatang.
“Pelatihan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kami dilatih oleh LPTQ secara online dan offline. Selain itu saya juga belajar mandiri dengan dibimbing orang tua,” kata Muqoffa.
Apresiasi Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama
Keberhasilan tiga peserta asal Rembang dari total lima utusan daerah mendapat respon langsung dari jajaran pemerintah setempat.
Bupati Rembang Harno mengapresiasi kontribusi ketiga peserta pasca-penyerahan piala di lokasi acara.
“Kami sangat bangga memiliki tiga putri yang telah membawa nama baik Rembang. Saya sampaikan terima kasih dan semoga pada MTQN mendatang bisa meraih prestasi lebih baik lagi,” tutur Harno.
Secara terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang Moh. Mukson menilai pencapaian putri pasangan KH Sulaiman dan Nyai Hj. Mundasah tersebut merupakan hasil dari proses persiapan teknis yang terstruktur.
“Kita menyertakan lima peserta dan tiga di antaranya berhasil meraih prestasi yang luar biasa. Capaian ini kami harap bisa menginspirasi anak-anak muda lain di Rembang untuk terus bersemangat belajar. Prestasi ini tentu tidak lahir dari usaha yang biasa saja,” kata Mukson.**






