PENATIMES, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) resmi menutup penyelenggaraan Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2026 di Aula Latief Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur, Rabu (16/9/2026). Penutupan program pelatihan seni dan budaya selama 45 hari tersebut menandai bertambahnya jejaring alumni diplomasi publik Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
BSBI merupakan program prioritas diplomasi publik Kemlu RI yang diinisiasi sejak 2003 untuk memperkenalkan identitas budaya nasional kepada masyarakat internasional. Hingga penyelenggaraan tahun 2026, program ini mencatatkan total 1.093 alumni dari 85 negara.
Penguatan Jejaring Pemuda dan People-to-People Connectivity ASEAN
Penyelenggaraan BSBI 2026 melibat lima belas peserta dari sembilan negara anggota dan mitra ASEAN, meliputi Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Selama pertukaran berlangsung, para peserta mendalami materi Bahasa Indonesia, seni tari, musik daerah, hingga kuliner lokal melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Heru H. Subolo menyatakan bahwa kebudayaan berfungsi sebagai instrumen penghubung antarnegara yang melintasi batas geografis dan bahasa.
“BSBI bukan sekadar program pembelajaran seni dan budaya, melainkan jembatan yang mempererat hubungan antarmasyarakat dan antarbangsa, sekaligus menjadi bagian penting dari diplomasi publik Indonesia,” kata Heru dalam penutupan acara di UNJ, Rabu (16/9/2026).
Heru menambahkan bahwa interaksi intensif para pemuda selama program berlangsung menjadi fondasi krusial dalam memperkuat integrasi masyarakat kawasan.
Peran Institusi Pendidikan dalam Diplomasi Kebudayaan
Kerja sama antara Kemlu RI dan UNJ dalam mengelola BSBI fokus pada pemanfaatan jalur pendidikan tinggi untuk efektivitas diplomasi lunak (soft power diplomacy). Selain pembelajaran di dalam kelas, rangkaian acara penutupan diisi dengan pertunjukan seni budaya oleh para peserta sebagai bentuk evaluasi pembelajaran.
Sekretaris UNJ Prof. Dr. Suyono menjelaskan keterlibatan akademisi bertujuan membentuk agen diplomasi baru di negara asal masing-masing peserta.
“Keterlibatan UNJ dalam BSBI merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui pendidikan dan pertukaran budaya. Para peserta diharapkan dapat membagikan pengalaman mereka serta berperan sebagai duta budaya dan jembatan persahabatan antara Indonesia dan negara masing-masing,” tutur Suyono.
Acara penutupan tersebut dihadiri sejumlah pejabat diplomatik, di antaranya Duta Besar Filipina untuk Indonesia, Duta Besar Kamboja untuk Indonesia, jajaran Korps Diplomatik negara-negara ASEAN, serta pimpinan rektorat UNJ.**






